Block 1

Block

Apa itu VLAN? || Dwiaji Blog

by - February 13, 2018

Apa itu VLAN? || Dwiaji Blog

A. Pendahuluan
     Salam sejahtera bagi kita semua
                Hallo  Bro n'  Sista, apa kabar  kalian? Saya berharap kalian semua  dalam keadaan baik-baik saja, dan kira  Tuhan  selalu menyertai  kalian. Yah pada kali saya akan sedikit berbagi tentang "Apa itu VLAN?". Langsung saja  kita  ke pokok topik.. Cekidottt...


B. Latar Belakang
    Ingin tau dan penasaran dengan VLAN.

C. Tujuan
     Supaya mengatahui, memahami, dan dapat mengkonfigurasi VLAN.

D. Alat dan Bahan
     a.) Laptop atau PC
     b.) Cisco Packet Tracer

E. Pembahasan

Virtual LANs (VLAN)


VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu atau lebih LAN yang dikonfigurasi sedemikian rupa sehingga dapat berkomunikasi seolah olah dihubungkan dengan kabel padahal mereka berada dalam segment yang berbeda. Sebuah jaringan LAN diartikan sebagai broadcast domain dan VLAN difungsikan untuk membagi broadcast domain yang semula besar menjadi lebih kecil dari sebelumnya.



Nilai lebih dari VLAN adalah VLAN dapat dibuat tanpa terpengaruh lokasi fisik host, jadi masing masing divisi dalam sekolah dapat dikelompokkan secara mudah berdasarkan departemen, fungsi, bidang, dll. VLAN dapat meningkatkan kinerja jaringan secara keseluruhan, dengan menggunakan VLAN pemindahan, penambahan dan perubahan host menjadi lebih mudah. Jika suatu host berpindah ke lokasi lain dalam LAN ia masih bisa berada pada VLAN yang sama tanpa perlu melakukan perubahan alamat layer 3.
VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN, hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasikan secara visual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation, seperti pada gambar dibawah ini









Traffic antara VLAN satu dengan yang lain dibatasi. Switch dan bridge melakukan forward secara unicast, multicast dan  broadcast traffic hanya pada segmen LAN yang melayani VLAN kemana traffic tersebut berada. Mudahnya VLAN hanya berkomunikasi dengan alat alat yang berada pada VLAN yang sama.
Dalam dunia kerja VLAN sering digunakan sebagai jalan untuk memastikan bahwa suatu bagian dari pengguna telah dibagi menjadi beberapa kelompok secara logika dan tidak bergantung pada lokasi fisik. Sebagai contoh UPT TIK dapat mengelompokkan divisi SoftDev kedalam VLAN SoftDev dan NOC kedalam VLAN NOC. Secara umum VLAN dapat meningkatkan skalabilitas , kemanan dan manajemen jaringan.



1. Keuntungan VLAN


a.      Security
Implementasi VLAN dalam suatu perusahaan memungkinkan terkontrolnya keamanan data dalam tiap tiap departemen karena berada dalam suatu broadcast domain yang sama.



b.      Cost reduction
Mengurangi biaya yang akan dikeluarkan apabila terdapat penambahan jaringan dan lebih efisien dalam pemakaian bandwith dan uplinks
c.      Higher performance
Memisahkan jaringan layer 2 ke dalam berbagai logical workgroup(broadcast domain) yang dapat mengurangi ttraffic data yang tidak diperlukan dan meningkatkan performance jaringan.
d.       Broadcast Strorm Mitigation
Penerapan VLAN dapat mengurangi jumlah device yang turut serta dalam sebuah broadcast strom



e.      Improved IT Staff Efficiency
Penerapan VLAN memudahkan pengaturan jaringan dan konfigurasi VLAN dapat langsung tersebar apabila ada sebuah switch baru yang terhubung ke dalam jaringan tersebut.


2. Link VLAN


VLAN dibangun menggunakan berbagai perangkat seperti switch, router, pC dan sebagainya.  Tentunya diperlukan hubungan atau link di antara perangkat perangkat tersebut.
Link seringkali disebut interface.
Dua jenis link yang umumnya digunakan dalam VLAN 



a.       Access link
Access link merupakan tipe link (interface) yang umum dan dimiliki oleh hampir semua jenis switch VLAN.  Fungsi dari access link sendiri adalah untuk menghubungkan computer dengan switch. Access link sendiri tak lain merupakan port di switch yang sudah terkonfigurasi. Ketika proses transfer data, switch akan membuang informasi tentang VLAN. Anggota suatu VLAN tidak dapat berkomunikasi dengan anggota VLAN yang lain (baca beda VLAN) tanpa adanya device layer 3 sebagai penghubung agar kedua anggota dari VLAN yang berbeda tadi dapat berkomunikasi.

b.      Trunk link
Trunk link digunakan untuk menghubungkan switch dengan switch yang lain, switch dengan router, atau switch dengan server. Jadi trunk link  merupakan port di switch yang telah di konfigurasi agar dapat dilalui berbagai VLAN (tidak hanya 1 VLAN).




Beberapa acuan  parameter saat membuat VLAN dalam manajemen domain :
1.      VLAN number
2.      VLAN name
3.      VLAN type
4.      Vlan state ( active or suspend)
5.      Maximum transmission unit (MTU) for the VLAN
6.      Securiy Association Identifier (SAID)
7.      VLAN number to use when translating from one VLAN type to another


3. Konfigurasi VLAN Dasar


Contoh kasus : Kita diminta membuat sebuah jaringan di 2 gedung MIPA UNS. Yaitu gedung A (GA) dan gedung B (GB). Setiap gedung memiliki divisi yang sama. Dalam kasus yang akan kita kerjakan hanya untuk divisi administrasi, perpus dan mawa. Setiap divisi dalam kedua gedung tersebtut harus terkoneksi dalam satu netwok. Dan setiap netwok tidak diperbolehkan mengganggu network lain. Maka langkah yang paling efektif adalah membuat 3 VLAN. Yaitu VLAN untuk divisi adminnistrasi, VLAN untuk perpus, VLAN mawa.



Table vlan dan alamat network
NO 
Nama Divisi 
Nama vlan 
VLAN ID 
network 
1. 
administrasi 
Vlan_admin 
2 
10.10.10.0/28 
2. 
perpus 
Vlan_perpus 
3 
10.10.10.18/28 
3. 
mawa 
Vlan_mawa 
4 
10.10.10.32/28 



Untuk langkah konfigurasi nya adalah sebagai berikut. 
a.       Lihat konfigurasi vlan yang telah ada Sekedar informasi, saya menggunaka switch catalys 2960. Secara default switch telah menyertakan interface vlan yaitu VLAN 1. Vlan ini tidak dapat diubah dan tidak dapat di bapups. Dalam koneksi sebelum switch di konfigurasi semua port switch masuk pada VLAN 1. Untuk melihatnya.
Switch>enable
Switch#sho vlan brief
b.      Set access trunk untuk interface fastethernet 0/1 di kedua switch Agar vlan di set di kedua switch bisa berkomunikasi maka pada port untuk koneksi antar switch harus di set access trunk. Konfigurasi trunk cara nya adalah seperti berikut :

•      Di switch GA
Switch(config)#interface fastEthernet 0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to down
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up
Switch(config-if)#description koneksi dengan switch GB
Switch(config-if)#end
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console Switch#
•      Di switch GB
Switch(config)#interface fastEthernet 0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to down
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up
Switch(config-if)#description koneksi dengan switch GA
Switch(config-if)#end
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console Switch#

c.       Konfigurasi VLAN di switch GA
VLAN_admin – di fastetehrnet 0/2
Saatnya membuat vlan
Switch_GA(config)#vlan 2
Switch_GA(config-vlan)#name vlan_admiadmin
Switch_GA(config)#interface fastEthernet 0/2
Switch_GA(config-if)#switchport mode access
Switch_GA(config-if)#switchport access vlan 2

VLAN_perpus
Switch_GA(config-vlan)#vlan 3
Switch_GA(config-vlan)#name vlan_perpus
Switch_GA(config)#interface fastEthernet 0/2
Switch_GA(config-if)#switchport mode access
Switch_GA(config-if)#switchport access vlan 2


VLAN_mawa
Switch_GA(config-vlan)#vlan 4
Switch_GA(config-vlan)#name vlan_mawa
Switch_GA(config)#interface fastEthernet 0/4
Switch_GA(config-if)#switchport mode access
Switch_GA(config-if)#switchport access vlan 4

Cek vlan yang terbentuk
Switch_GA#show vlan brief
VLAN Name Status Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
1  default active                        Fa0/5, Fa0/6, Fa0/7, Fa0/8
                                                Fa0/9, Fa0/10, Fa0/11, Fa0/12
                                               Fa0/13, Fa0/14, Fa0/15, Fa0/16
                                                                Fa0/17, Fa0/18, Fa0/19, Fa0/20
                                              Fa0/21, Fa0/22, Fa0/23, Fa0/24
                                               Gig1/1, Gig1/2
2  vlan_admin                         active Fa0/2
3 vlan_perpus              
active Fa0/3
4 vlan_mawa               
active Fa0/4
1002 fddi-default          
active
1003 token-ring-default
 active
1004 fddinet-default  
active
1005 trnet-default         
active
Switch_GA#
d.      Konfigurasi VLAN di switch GB
Konfigurasi juga untuk switch GB. Dengan langkah yang sama dengan switchGA.
e.       Seting ip tiap2 komputer divisi.
Devisi  
IP-GA 
IP-GB 
netmask 
administrasi 
10.10.10.2 
10.10.10.3 
255.255.255.240 
Perpus 
10.10.10.20 
10.10.10.21 
255.255.255.240 
Mawa 
10.10.10.34 
10.10.10.35 
255.255.255.240 



f.      Lakukan ping dari pc perpus GA-- > pc perpus GB
PC>ping 10.10.10.3
Pinging 10.10.10.3 with 32 bytes of data:
Reply from 10.10.10.3: bytes=32 time=156ms TTL=128
Reply from 10.10.10.3: bytes=32 time=94ms TTL=128
Reply from 10.10.10.3: bytes=32 time=94ms TTL=128
Reply from 10.10.10.3: bytes=32 time=94ms TTL=128 Ping statistics for 10.10.10.3:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss), Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 94ms, Maximum = 156ms, Average = 109ms
PC>
Ke-2nya telah bisa terkomunikasi. Berarti sukses.
Lakukan hal yang sama untuk computer di devisi yang lain.

g. Ubah IP computer divisi administrasi di GA.  
Dengan IP blok milik divisi perpus GA dan GB Lakukan ping dari computer admin GA ke computer Admin GB, dan ping dari computer admin GA ke computer perpus GB, Kalo tidak bisa berarti sukses.
PC>ipconfig   
  
IP Address......................: 10.10.10.25  
Subnet Mask.....................: 255.255.255.240  
Default Gateway.................: 0.0.0.0  
  
PC>ping 10.10.10.3  
Pinging 10.10.10.3 with 32 bytes of data:  
Request timed out.  
Request timed out.  
Ping statistics for 10.10.10.3:  
Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),  
PC>ping 10.10.10.21  
Pinging 10.10.10.21 with 32 bytes of data:  
  
Request timed out.  
Request timed out.  
Request timed out.  
Request timed out.  
  
Ping statistics for 10.10.10.21:  
Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),  
  
PC>  


F. Kesimpulan
    Mengetahui, memahami dasar, dan dapat mengkonfigurasi VLAN.

G. Refrensi
     Modul UNS NTFS 2017






You May Also Like

0 komentar