Block 1

Block

Renungan Minggu Pertama

by - February 04, 2018

Hal Itu Menakjubkan!

Baca: Wahyu 21:1-3,10-11,23 | Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 34–35 ; Matius 22:23-46


Dalam natur alami kita, kita semua telah berbuat dosa dan telah kehilangan hal itu (Rm. 3:23).

Ia adalah cahaya dari hal itu (Ibr. 1:3), dan mereka yang mengenal-Nya telah melihat hal itu (Yoh. 1:14).

Dalam Perjanjian Lama, hal itu memenuhi Kemah Suci (Kel. 40:34-35), dan bangsa Israel dipimpin oleh hal itu.

Dan di akhir zaman, kita dijanjikan bahwa surga tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab hal itu akan meneranginya dengan begitu luar biasa (Why. 21:23).

Apakah hal itu dalam semua pernyataan di atas?
Hal itu merujuk pada kemuliaan Allah. Dan Allah memang sangat menakjubkan!
Di sepanjang Alkitab, kita diberi tahu bahwa kita dapat menikmati sekilas kemuliaan Allah yang mengagumkan itu selama kita hidup di atas bumi ciptaan-Nya. Kemuliaan Allah di sini adalah wujud yang tampak dari keberadaan-Nya. Karena kita tidak dapat melihat Allah, Dia memberi kita gambaran yang jelas akan kehadiran dan karya-Nya di dalam hal-hal seperti kemegahan alam semesta, keagungan dari keselamatan kekal yang kita terima, dan kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita.

Hari ini, cobalah menikmati kemuliaan Allah dan saksikanlah bukti dari kebesaran-Nya. Anda dapat melihatnya dalam alam yang indah, tawa anak-anak, dan kasih dari sesama. Allah masih terus memenuhi dunia ini dengan kemuliaan-Nya.


Bapa Surgawi, terima kasih untuk sekilas kemuliaan-Mu yang kami lihat sekarang, untuk kemuliaan yang kami percaya ada di dalam Yesus, Juruselamat kami, dan untuk pengharapan pasti akan kemuliaan penuh yang akan kami alami di surga kelak.

Kita dapat melihat dan menikmati kemuliaan Allah sekarang dan sampai selama-lamanya. 


 Penulis Oleh Dave Branon 

Wawasan

Yohanes menggambarkan kedatangan Yerusalem Baru dalam bahasa yang tidak biasa: seperti pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Kecantikan pengantin perempuan bersumber dari kemuliaan Allah. Cahaya kota tersebut “sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal” (Wahyu 21:11). Ayat tersebut tidak mengatakan bahwa Yerusalem baru akan terbuat dari batu-batu berharga, tetapi kemuliaan Allah akan membuat kota tersebut bercahaya seperti permata-permata itu. Cahaya kemuliaan Allah menerangi kota tersebut (ay.23). Dengan kata lain, kehadiran Allah—kemuliaan-Nya—membuat penduduk kota itu dapat melihat, baik secara jasmani maupun rohani. Di Yerusalem Baru, kita akan dipandu oleh cahaya kemuliaan Allah.— J.R. Hudberg.


Refrensi
https://santapanrohani.org/2018/02/04/hal-itu-menakjubkan/ 
 

You May Also Like

0 komentar