Block 1

Block

Apa itu Static Route ? || Dwiaji Blog

by - February 18, 2018

Apa itu Static Route ? || Dwiaji Blog

A. Pendahuluan
     Salam sejahtera bagi kita semua..
     Hallo bro n' sis, bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga kalian dalam keadaan baik-baik saja. Pada kali ini saya akan berbagi sedikit tentang Static Route. Check it out...


B. Latar Belakang
    Ingin mempelajari dan berbagi static route.

C. Tujuan
    Supaya dapat melakukan static routing.

D. Alat dan Bahan
    a. Laptop atau PC
    b. Cisco Packet Tracer

E. Pembahasan
a.) Routing


Routing adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah internetwork. Routing juga dapat merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat hinggap dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya. Untuk melakukan hal ini, digunakanlah sebuah perangkat jaringan yang disebut sebagai router. Router-router tersebut akan menerima paket-paket yang ditujukan ke jaringan di luar jaringan yang pertama, dan akan meneruskan paket yang ia terima kepada router lainnya hingga sampai kepada tujuannya. selain itu router juga memilih ―jalan terbaik‖ untuk mencapai tujuan.
Dalam melakukan tugasnya sepeti yang telah di uraikan router membutuhkan informasi route yang disebut routing table. Ketika router menerima paket, maka router mengkaji tujuan alamat IP yang di enskapsulasikan pada packet dan mencari yang paling cocok dengan alamat jaringan pada routing table router. Setelah ditemukan kecocokan, router mengenkapsulasi paket IP ke dalam frame data link dari interface keluar dan paket ini kemudian diteruskan ke arah tujuan.

b.) Routing Table


Supaya router bisa melayani permintaan untuk meneruskan pengiriman data, maka router harus mempunyai tabel yang dipakai sebagai patokan dalam pengiriman data ke jaringan yang di tuju. Tabel yang dipunyai oleh router disebut sebagai routing table yang berisi NETID dan Default gatewaynya.
Sumber dari Routing table bisa didapat melalui berbagai cara :
1.      Directly Connected.
Ketika sebuah interface router tidak di assign ip address dan status layer 1 dan layer 2 telah "up", maka secara automatic network address dari ip yang di assign akan masuk ke dalam routing table.

2.      Static Route.  
Jenis route yang dimasukkan ke dalam routing table secara manual. Jenis route ini cocok digunakan pada network dengan skala tidak terlalu besar atau ketika diperlukan sebuah route khusus menuju satu network.
3.      Dynamic Route.
Route jenis ini akan diinput ke dalam routing table dengan bantuan Routing Protocol. Route jenis ini hanya tinggal dideklarasikan saja dengan bantuan command "network". Setelah itu, routing protocol akan menginput rute-rute tujuan ke dalam routing table dan mencarikan gateway bagi paket berdasarkan algoritma yang dipakai.
4.      Default Route. Rute yang digunakan paling akhir saat Router tidak menemukan network tujuan yang lebih spesifik. Default route bisa dinput secara manual/statik. atau dengan Dynamic routing protocol.

Secara umum ada 2 kategori routing yaitu :
1. Static routing
Router Statis adalah Router yang me-rutekan jalur spesifik yang ditentukan oleh user untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP "internetwork". Rute Statis - Rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator membentuk rute secara manual. Administrator harus memperbarui atau meng"update" rute statik ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork). Mengkonfigurasi router statis adalah dengan memasukkan tabel routing secara manual. Tidak terjadi perubahan dinamik dalam tabel ini selama jalur/rute aktif.

Mengkonfigurasi static routing
Membangun static routing pada router-router tidak begitu sulit. Anda tinggal masuk ke global configuration mode dan jalankan formula berikut pada masing-masing router yang akan dikonfigurasikan :
Ip route <destination><mask><next_hop_address>

Berikut ini adalah detail untuk masing-masing opsi :
            Ip route                    : perintah untuk membuat static routing itu sendiri
            Destination              : network tujuan yang hendak ditambahkan ke routing table
            Mask                         : subnet mask yang digunakan dalam network
Next_hop_address  : address dari hop router selanjutnya, yakni yang akan menerima paket dan mem-forward-nya lagi ke network remote. Tidak lain berupa interface router dari router dari network yang terkoneksi secara langsung.     
                Contoh :           
Router(config)#ip route 10.252.0.0 255.255.255.0 172.16.0.2           Artinya :          
                Ip network tujuan       : 10.252.0.0      
                 Mask                           : 255.255.255.0            
                IP Next hop                : 172.16.0.2

c.) Prosedur Kerja


Contoh kasus : Kita diberi jobs untuk membangut network di lingkungan fakultas mipa tercinta. Bahwa kita ketahui di fakultas kita saat ini memiliki tiga gedung yang terpisah. Dan kita harus bisa menghubungkan setiap unit kemputer yang berada di setiap gedung dengan alamat netwok yang berbeda-beda. Karena ini jobs lumayan besar mari kita selesaikan bersamasama. Untuk langkah pengerjaannya adalah sebagai berikut :
1.      Lakukan instalasi jaringan dengan topologi sebagai berikut: 
 


Minimal kita membutuhkan 
1.      Router dengan 3 fastethernet 
2.      Cable UTP 
3.      Switch catalys 
Untuk media transmisi antar  router kita pake UTP saja. Deket kok. Kalau pake FO mahal oii. 

2.      Lakukan konfigurasi Ip di setiap equipment. Kecuali catalys, karena kita tidak melakukan seting VLAN.
Table IP 
Equipment 
IP 
Netmask 
Gateway 
interface
PC1_GB 
192.168.1.2 
255.255.255.0 
192.168.1.1 
 
PC2_GB 
192.168.1.3 
255.255.255.0 
192.168.1.1 
 
PC1_GA 
172.168.100.2 
255.255.255.0 
172.168.100.1 
 
PC2_GA 
172.168.100.3 
255.255.255.0 
172.168.100.2 
 
PC1_GC 
197.169.10.2 
255.255.255.0 
197.169.10.1 
 
PC2_GC 
197.169.10.3 
255.255.255.0 
197.169.10.2 
 
RouterGB 
192.168.1.1 
255.255.255.0 
 
Fa 1/0 
RouterGB 
10.10.10.1 
255.255.255.252 
 
Fa 0/0 
RouterGA 
10.10.10.2 
255.255.255.252 
 
Fa 0/0 
RouterGA 
11.11.11.1 
255.255.255.252 
 
Fa 1/0 
RouterGA 
172.168.100.1 
255.255.255.0 
 
Fa 2/0 
RouterGC 
11.11.11.2 
255.255.255.252 
 
Fa 0/0 
RouterGC 
197.169.10.1 
255.255.255.0 
 
Fa 1/0 

Untuk langkah konfigurasi ip di PC tidak saya bahas disini. Saya yakin anda sudah mahir. Untuk configurasi ip di ruter langkahnya berikut :
a. Router GB 
Router(config)#interface fastEthernet 1/0  
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0  
Router(config-if)#description connect to LAN GB  
Router(config-if)#no shutdown   
Router(config-if)#exit  
  
Router(config)#interface fastEthernet 0/0  
Router(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.252  
Router(config-if)#description connect to router GA  
Router(config-if)#no shutdown   
Router(config-if)#exit  
  
Selalu akhiri dengan ini (sudah di bahas di bab awal) Router#copy running-config startup-config  Destination filename [startup-config]?   
Building configuration...  
[OK]  
Router# 

b. Router GA 
Router(config)#interface fastEthernet 0/0  
Router(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.255.255.252  
Router(config-if)#description connect to router GB  
Router(config-if)#no shutdown   
Router(config-if)#exit  
  
Router(config)#interface fastEthernet 1/0  
Router(config-if)#ip address 11.11.11.1 255.255.255.252  
Router(config-if)#description connect to router GC  
Router(config-if)#no shutdown   
Router(config-if)#exit  
  
Router(config)#interface fastEthernet 2/0  
Router(config-if)#ip address 172.168.100.1 255.255.255.0  
Router(config-if)#description connect to LAN GA  
Router(config-if)#no shutdown   
Router(config-if)#exit  
  
Router#copy running-config startup-config  Destination filename [startup-config]?   
Building configuration...  
[OK]  
Router# 

c. Router GC 
Router(config)#interface fastEthernet 0/0  
Router(config-if)#ip address 11.11.11.2 255.255.255.252  
Router(config-if)#description connect to router GA  
Router(config-if)#no shutdown   
Router(config-if)#exit  
  
Router(config)#interface fastEthernet 1/0  
Router(config-if)#ip address 197.169.10.1 255.255.255.0  
Router(config-if)#no shutdown   
Router(config-if)#exit  
  
Router#copy running-config startup-config  Destination filename [startup-config]?   
Building configuration...  
[OK]  
Router# 

Lakukan test koneksi, dengan cara ping dari pc tiap-tiap gedung ke gateway masingmasing. Dan ping antar router. Pastikan semuanya berjalan dengan baik.
 
3.      Membuat table routing dan konfigurasi routing 
Setelah seluruh device dikonfigurasi, perlu ditambahkan Tabel Routing di masingmasing Router. Tabel Routing ini menunjuk ke jaringan (network) yang tidak terhubung langsung dengan router tersebut.. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Tabel Routing Static dibuat oleh Administrator secara manual.
Table Routing :
Network  
Next Hop  
Router GB  

172.168.100.0/24 

10.10.10.2 
197.169.10.0/24 
11.11.11.0/30 
Router GA  

192.168.1.0/24 
10.10.10.1 
197.169.10.0/24 
11.11.11.2 
Router GC  

192.168.1.0/24 

11.11.11.1 
172.168.100.0/24 
10.10.10.0/30 

Konfigurasi routing di setiap router 
a. Router GB 
Router(config)#ip route 11.11.11.0 255.255.255.252 10.10.10.2  
Router(config)#ip route 172.169.100.0 255.255.255.0 10.10.10.2  
Router(config)#ip route 197.168.10.0 255.255.255.0 10.10.10.2
Router(config)#exit 

 

Melihat table routing yang telah di konfigurasikan 
Router#show ip route   
Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B BGP  
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area  
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2        
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E -
EGP        i – 
IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area  
* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR  
P - periodic downloaded static route  
  
Gateway of last resort is not set  
      10.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets  
C       10.10.10.0 is directly connected, FastEthernet0/0  
     11.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets  
S       11.11.11.0 [1/0] via 10.10.10.2  
     172.168.0.0/24 is subnetted, 1 subnets  
S       172.168.100.0 [1/0] via 10.10.10.2  
C    192.168.1.0/24 is directly connected, FastEthernet1/0  
S    197.168.10.0/24 [1/0] via
10.10.10.2 Router#  
 
Router#copy running-config startupconfig  Destination filename [startupconfig]?   
Building configuration...  
[OK]  
Router# 

b.        Router GA 
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.10.1  
Router(config)#ip route 197.169.10.0 255.255.255.0 11.11.11.2  
Router(config)#exit 

c.         Router GC 
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 11.11.11.1  
Router(config)#ip route 10.10.10.0 255.255.255.252 11.11.11.1  
Router(config)#ip route 172.168.100.0 255.255.255.0 11.11.11.1  
Router(config)#exit 

4.      Lakukan test koneksi dan test routing. Dengan cara melukan ping dari semua netwok ke semua network  
Ping dari PC1_GB ke PC1_GC 
PC>ping 197.169.10.2 
 Pinging 197.169.10.2 with 32 bytes of data: 
 Reply from 197.169.10.2: bytes=32 time=187ms TTL=125 
Reply from 197.169.10.2: bytes=32 time=174ms TTL=125 
Reply from 197.169.10.2: bytes=32 time=140ms TTL=125 
Reply from 197.169.10.2: bytes=32 time=172ms TTL=125 
  
Ping statistics for 197.169.10.2:  
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss), Approximate round trip times in milli-seconds:  
Minimum = 140ms, Maximum = 187ms, Average = 168ms  
PC>  
  
       Traceroute dari PC1_GB ke PC1_GC

PC>tracert 197.169.10.2 
 Tracing route to 197.169.10.2 over a maximum of 30 hops:  
1 47 ms     63 ms     63 ms     192.168.1.1  2 94 ms     94 ms     94 ms     10.10.10.2 
3 110 ms    96 ms     125 ms    11.11.11.2  4 172 ms    141 ms    156 ms    197.169.10.2   Trace complete. 
PC> 




F. Kesimpulan

Suatu static route adalah suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table dengan konfigurasi manual. Disisi lain, dynamic routing adalah suatu mekanisme routing di mana pertukaran routing table antar router yang ada pada jaringan dilakukan secara dynamic.
Dalam skala jaringan yang kecil yang mungkin terdiri dari dua atau tiga router saja, pemakaian static route lebih umum dipakai. Static router (yang menggunakan solusi static route) haruslah dikonfigurasi secara manual dan di-maintain secara terpisah karena tidak melakukan pertukaran informasi routing table secara dinamis dengan router-router lainnya.
Suatu static route akan berfungsi sempurna jika routing table berisi suatu route untuk setiap jaringan didalam internetwork yang mana dikonfigurasi secara manual oleh administrator jaringan. Setiap host pada jaringan harus dikonfigurasi untuk mengarah kepada default route atau default gateway agar cocok dengan IP address dari interface local router, di mana router memeriksa routing table dan menentukan route yang mana digunakan untuk meneruskan paket.
Konsep dasar dari routing adalah bahwa router meneruskan IP paket berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam header IP paket. Dia mencocokkan IP address tujuan dengan routing table dengan harapan menemukan kecocokan entri–suatu entri yang menyatakan kepada router kemana paket selanjutnya harus diteruskan. Jika tidak ada kecocokan entri yang ada dalam routing table, dan tidak ada default route, maka router tersebut akan membuang paket tersebut. Untuk itu adalah sangat penting untuk mempunyai isian routing table yang tepat dan benar.
Keuntungan static route:
1. Static route lebih aman dibanding dynamic route
2. Static route kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof paket dynamic routing protocols dengan maksud melakukan konfigurasi router untuk tujuan membajak traffic.
Kerugian:
1. Administrasinya adalah cukup rumit dibanding dynamic routing, khususnya jika terdiri dari banyak router yang perlu dikonfigurasi secara manual.
2. Rentan terhadap kesalahan saat entri data static route dengan cara manual.



G. Refrensi
Modul NTFS UNS 2017
http://dewihacchan.blogspot.sg/2011/07/static-route-makalah.html


Sekian yang dapat saya bagikan, mohon maaf jika ada beberapa kekurangan.
Semoga bermanfaat, dan mohon untuk kritik dan sarannya. Terima kasih, Tuhan memberkati.





You May Also Like

0 komentar